Halloween party ideas 2015

Jakarta - Astagfirullah, Entah apa yang terjadi dengan layar informasi di Gedung DPR, Senayan, Jakarta. Tiba-tiba saja, foto-foto dan video porno muncul di layar yang menyediakan informasi kegiatan di gedung wakil rakyat yang terhormat itu.

Peristiwa mengejutkan itu senin (2/8) siang dengan sebuah alamat situs porno lengkap dengan tampilan gambar-gambar asusilanya tiba-tiba muncul begitu saja di layar informasi kegiatan dewan yang terletak di depan press room DPR.

Foto dan video porno itu merupakan konten sebuah situs dewasa. Situs itu muncul di salah satu layar informasi yang ada di depan press room DPR. Biasanya layar itu berisi agenda kegiatan anggota DPR. Tapi entah bagaimana ceritanya layar itu berubah menjadi konten pornografi.

Pemandangan ini kontan membuat pengunjung DPR ribut. Mereka kemudian mengerubungi layar 14 inchi yang pengoperasiannya dengan cara disentuh itu (touch screen), Senin (2/8/2010).

Sejumlah wartawan mencoba menekan tombol exit agar situs porno itu tertutup. Namun entah mengapa, upaya itu tidak berhasil. Gambar-gambar dan video itu tetap mejeng di tempatnya.

Kemudian, sejumlah orang menginformasikan kejadian ini kepada Pamdal DPR. 6 Personel Pamdal DPR mendatangi piranti itu. Setelah diotak-atik cukup lama, gambar-gambar itu hilang. Layar informasi pun kembali ke tampilan semula yaitu agenda DPR.

Layar informasi ini terdapat di beberapa sudut DPR. Selain di depan press room, layar serupa juga terdapat di ruang tamu Pimpinan DPR, ruang pimpinan DPR. Di pagi hari, saat layar belum menampilkan agenda kegiatan DPR, pelalu lalang bisa menggunakannya untuk browsing internet.

Ketua DPR: Pelaku Bisa Dilaporkan ke Polisi

Menanggapi masalah itu, Ketua DPR RI Marzuki Alie marah mendengar dua komputer touchscreen di depan press room DPR RI, Gedung Nusantara III DPR, Jakarta, dihack atau diretas oleh orang tak bertanggungjawab. Tampilan komputer itu tiba-tiba berubah menampilkan halaman muka situs porno Tube8.com. Marzuki mengancam akan melaporkan ke kepolisian jika menemukan hacker tersebut.

"Yang menge-hack itu kurang ajar, bisa dilaporkan ke yang berwajib," kata Marzuki Alie melalui pesan singkat kepada wartawan, Senin (2/8).

Sementara itu, Wakil Ketua Komisi II DPR RI Ganjar Pranowo meminta agar Sekretariat Jenderal DPR RI segera mengevaluasi sistem proteksi internet di Gedung Dewan. Ia berjanji DPR akan segera menceknya. (Ibnudzar/dbs)/(voa-islam.com)

Posting Komentar

Diberdayakan oleh Blogger.