Halloween party ideas 2015


London – Sebuah studi yang dipublish majalah Inggris The Lancet edisi Jumat kemarin (2/7) menegaskan bahwa agresi Israel ke Gaza musim panas 2008-2009 lalu telah meninggalkan pengaruh kejiwaan negative dan mendalam terhadap warga Palestina hingga enam bulan setelah peristiwa itu. Mereka mengalami kegelisahan dan tekanan jiwa yang tinggi.

Agresi brutal itu sendiri berlangsung sejak 27 Desember 2008 hingga 18 Januari 2009 yang menekan korban gugur syahid hingga 1400 orang dan ribuan korban luka.

Seperti yang ditegaskan oleh peneliti bidang kesehatan umum Neivin Abu Ramilah dari Universitas Berzeit di Tepi Barat, 85% dari sample yang dikaji di Jalur Gaza menyatakan kehilangan keamanan dan ketakutan akut atau sedang sementara 49 % lainnya menyatakan tekanan kejiwaan dan keresahan baik tingkat sedang atau akut.
Studi ini meliputi 3000 rumah (keluarga) di Jalur Gaza yang terdiri dari 18 ribu warga yang dilakukan enam bulan usai serangan Israel ke Jalur Gaza. 39% dari mereka mengaku mengalami serangan Israel dan rumahnya hancur baik hancur total atau rusak. Sementara 72% dari mereka mengandalkan hidupnya dari bantuan kemanusian.

Hasil studi ini disampaikan di depan konferensi kesehatan umum Palestina yang digelar pada Maret lalu di Universitas Berzeit dan kemudian dilansir di majalah Inggris dalam konten problema kesehatan di Palestina. (bn-bsyr) www.infopalestina.com

Posting Komentar

Diberdayakan oleh Blogger.