Halloween party ideas 2015

 Hidayatullah.com--Di bawah tekanan internasional, Israel akhirnya membentuk sendiri tim penyelidik independen atas kasus serangan pasukan mematikan terhadap rombongan kapal bantuan kemanusiaan menuju Jalur Gaza, Mavi Marmara.
Usulan tim penyelidikan internal ini disepakati oleh kabinet Israel pada hari Senin (14/6) kemarin.

"Keputusan pemerintah akan menegaskan kepada dunia bahwa Israel bertindak secara legal, bertanggung jawab dan secara transparan," begitu klaim Perdana Menteri Israel Benyamin Netanyahu seperti dilaporkan koran Yahudi, Haaretz.

Sebelumnya Israel menolak usulan yang diajukan PBB agar dilakukan penyelidikan internasional.
Tapi jangan kaget jika kelak, tim bentukan Israel ini tak bisa bersikap independen alias netral. Sebab, keduanya dinilai sangat memiliki hubungan erat dengan Israel dan Amerika.

Dua pengamat internasional yang diajukan Israel itu adalah; David Trimble, mantan pemimpin Partai Ulster Unionis, dan Ken Watkin, seorang mantan hakim pengadilan militer dari Kanada.

David Trimble adalah seorang politikus Irlandia Utara dan peraih hadiah Nobel Perdamaian. Bersama dengan mantan Perdana Menteri Spanyol, Jose Maria Aznar, bulan lalu, David meluncurkan program baru bernama, “Friends of Israel Initiative,” sebuah proyek untuk membela hak Israel.

Saat usai bertemu dengan Nicolas Sarkozy, presiden Perancis, Mahmoud Abbas, mengatakan, pembentukan komite internal bentukan Israel ini tidak akan bisa memenuhi tuntutan PBB.

Sembilan aktivis kemanusiaan asal Turki tewas ketika pasukan komando Israel menyerang konvoi kapal yang berada di perairan internasional pada tanggal 31 Mei.

Amerika dipastikan mengekor dibalik Israel. Washington bahkan menyambut baik pengumuman itu dan menyebutnya sebagai sebuah langkah maju yang penting.

Namun Turki, di mana banyak warganya ikut menjadi kebrutalan Israelmengatakan, tim bentukan apapun dilaksanakan oleh Israel tidak punya nilai.

Menteri Luar Negeri Turki Ahmet Davugolu mengatakan mereka "tidak sepenuhnya percaya kalau Israel akan melakukan penyelidikan yang tidak berpihak."

Karenanya Turki tetap mengharapkan penyelidikan internasional dan akan mengkaji kembali hubungan dengan Israel jika tuntutan itu tidak bisa dipenuhi.

"Kami mendesak komite penyelidikan harus internasional dan dibentuk di bawah kendali PBB. Penyelidikan sepihak apapun yang dilaksanakan oleh Israel tidak punya nilai bagi kami."


Sebelumnya, Turki sudah menarik duta besarnya di Israel dan membatalkan latihan militer bersama walau hingga saat ini belum menurunkan skala hubungan dengan Israel. [nyt/jpost/cha/hidayatullah.com] Voiceofal-islam

Posting Komentar

Diberdayakan oleh Blogger.