Halloween party ideas 2015

 TEL AVIV (Berita SuaraMedia) – Peristiwa Flotilla memicu para penakluk dunia maya yang pro-Palestina untuk mengambil tindakan.

Radio Israel melaporkan bahwa para peretas beramai-ramai meretas 1000 situs Israel sejak penyerangan Israel atas Freedom Flotilla pada Senin kemarin.

Segera setelah angkatan laut bersenjata Israel menyerang kapal Marmara, para peretas mulai meretas situs-situs Israel, radio Israel melaporkan.
Laporan tersebut menunjukkan bahwa 54 situs komersial, seni dan media diretas pada hari pertama penyereangan tersebut oleh 19 peretas yang berpihak pada bendera Palestina dan Turki dan kepadataan pernyataan dengan Gaza.

Jumlah situs yang diretas meningkat sejalan dengan indikator yang mengatakan bahwa jumlah situs yang diretas adalah 1000 situs sejak penyerangan Israel terhadap Freedom Flotilla.

Situs The Jerusalem Post diserang oleh tangan aktivis di banyak negara seluruh dunia. Mengikuti berita tentang bentrokan mematikan oleh IDF terhadap aktivis asing dalam kapal Flotilla dalam perjalanannya menuju Jalur Gaza. Ribuan e-mail kasar dikirim ke anggota staff koran dan departemen umum yang bertujuan untuk menghancurkan sistemnya.

Penyaring spam yang digunakan untuk memisahkan surat sampah dan melindungi jaringan dari virus-virus, menunjukkan 4.000 email diterima dalam beberapa detik. Terdapat juga usaha untuk membobol anti-retas, yang dapat membanjiri jaringan dengan data-data yang tidak berguna dan mengijinkan peserta menuju sistem operasi online koran tersebut.

Menurut data anti-retas terakhir, terdapat sekitar 50 persen usaha-usaha masuk untuk melewati anti-retas tersebut.

Peristiwa ini bukan yang pertama kali bahwa aktivitas IDF menghasilkan sebuah serangan maya terhadap the Post atau bukan pertama kalinya bagi peretas dunia maya pro-Palestina bermunculan sebagai suatu reaksi terhadap aktivitas militer. The Jewish Chronicle di London diretas oleh sebuah kelompok yang menyebut diri mereka sendiri sebagai "Mujahid Palestina" pada awal tahun ini, dan pada 2006, lebih dari 750 situs Israel diretas dengan pesan "Anda membunuh oranng-orang Palestina, kami membunuh server."

Para staf teknik memblok serangan tersebut dan bekerja dengan otoritas terkait untuk mengidentifikasi dan memperingatkan yang lain.

Bagi Israel, peretasan yang terjadi di situs-situs Israel bukanlah yang pertama kali memicu perang dunia maya. Pada akhir 2008, tidak membutuhkan waktu yang lama setelah pengeboman Gaza dimulai untuk meletusnya perang dunia maya. Lebih dari 300 situs Israel selama selang beberapa hari ini telah diretas dan dicoreng dengan pesan-pesan anti-Israel dan anti-AS dalam sebuah kampanye propaganda online, seorang ahli keamanan mengatakan.

Gary Warner, direktur penelitian dalam forensik komputer di Universitas Alabama Birmingham, memperingatkan dalam blognya bahwa situs-situs AS harus dipersiapkan untuk serangan yang sama.

Penyerangan terhadap situs-situs Israel terjadi dalam kurun waktu 48 jam. Warner menyebutnya sebagai sebuah "Perang Propaganda".

"Segera setelah Israel mulai mengebom Gaza, kami mulai mencari tanda-tanda respon dari dunia maya. Dan kami telah menemukannya, dalam bentuk lebih dari 300 situs Israel yang telah dicoreng dengan pesan-pesan anti-Israel dan anti-AS." Warner mengatakan dalam blognya.

Propaganda pencorengan melalui situs bukanlah sesuatu yang baru. Pada 2001, para peretas dari China menghantam ribuan situs-situs AS dengan pesan-pesan yang menyalahkan AS setelah sebuah pesawat tempur Cina bertabrakan dengan sebuah pesawat Angkatan Laut AS.

Warner juga menyarankan kepada para Webmaster untuk memeriksa isi dari situs mereka setiap hari dari kerusakan, dan untuk menggunakan pasword yang kuat. (ppt/pt/jp/dr) www.suaramedia.com/voiceofal-islam.com

Posting Komentar

Diberdayakan oleh Blogger.