Halloween party ideas 2015

 JAKARTA – Umat Islam menuntut Kapolri agar menghentikan segala rekayasa terorisme yang mengorbankan anak bangsa sendiri. FUI juga mendesak Kapolri agar menghentikan penahanan dan penyiksaan terhadap para aktivis Islam yang direkayasa sebagai teroris. Hal itu disampaikan Forum Umat Islam (FUI) dalam pertemuan dengan Komisi III DPR RI, Kamis (17/6/2010).

Dalam pertemuan yang dimulai pukul 12.00 WIB itu, para tokoh Islam yang hadir antara lain Sekjen FUI KH Muhammad Al-Khatthath, Munarman, Ahmad Michdan, Ahmad Sumargono, KH Misbahul Anam, Ust. Abu Jibril, KH.Fathul ‘Azhim, dan beberapa perwakilan tokoh ormas lainnya. Sedangkan anggota Komisi III DPR RI yang hadir antara lain: Fahri Hamzah, Firman Jaya, Ahmad Yani, Nudirman Munir, Ruhut Sitompul, dan lain-lainnya.
Dalam rapat tersebut FUI (Forum Umat Islam) menyampaikan data-data adanya rekayasa pemberantasan terorisme yang mencurigakan dengan adanya keterlibatan salah seorang oknum polisi (konon seorang desertir) yang bernama Sofyan Sauri yang telah menjadi penghubung peristiwa Aceh, Pamulang, Pejaten dan Solo. Peristiwa ini persis seperti peristiwa KOMJI (Komando Jihad) yang direkayasa aparat keamanan pada dekade 1970-an.

Dalam pertemuan yang pertemuan yang dipimpin oleh Fahri Hamzah, FUI menyampaikan surat terbuka yang berisi beberapa pernyataan sikap dan imbauan, antara lain:

Pertama, Menolak dan menghentikan setiap upaya rekayasa terorisme yang mengorbankan anak bangsa sendiri, terlebih seorang ulama seperti KH. Abu Bakar Ba’asyir.

Kedua, Mengontrol Kapolri agar tetap pada tracknya sebagai aparat keamanan yang digaji oleh rakyat, bukan bekerja untuk segelintir elit penguasa yang tunduk pada program war on terrorism yang dikendalikan AS.

Ketiga, Berkaitan dengan penahanan, penyiksaan para aktivis JAT (Jama’ah Ansharut Tauhid) dan penyegelan kantor sekretariat JAT yang merupakan salah satu anggota FUI (Forum Umat Islam) menyerukan kepada anggota komisi III untuk memanggil Kapolri dan memintanya untuk menghentikan aksi tersebut dan merehabilitasi para aktivis Islam yang direkayasa sebagai teroris sehingga mereka bisa beraktivitas seperti biasa.

Menanggapi tuntutan umat Islam itu, Fahri Hamzah menyatakan bahwa kasus tersebut harus ditangani juga oleh KOMNASHAM dan institusi lain yang terkait.

“Kita memerlukan kinerja yang lebih luas bukan hanya di dewan tapi juga di KOMNASHAM dan institusi-institusi lain yang concern dalam masalah ini,” kata Wakil Ketua Komisi III DPR RI itu.

Fahri juga berjanji akan menyiapkan dokumen delik agar kasus tersebut bisa diinvestigasi lebih luas.

“Mudah-mudahan ini bukan pertemuan yang terakhir, tetapi ada persiapan-persiapan dari kita untuk menyiapkan bukan hanya fakta hukum, tetapi juga dokumen delik untuk kemudian kita ajukan sehingga bisa dinvestigasi masalah ini secara lebih luas,” lanjutnya.

Sementara Anggota komisi III lainnya, Nudirman Munir menambahkan bahwa aspirasi umat Islam harus diperjuangkan, karena bangsa Indonesia mempunyai hutang kepada umat Islam dalam perjuangan kemerdekaan.

“Darah umat Islam yang menjunjung kemerdekaan ini bagaikan sungai yang mengalir banyaknya dan luar biasa pengorbanannya. Karena itu kita sebagai generasi penerus mempunyai kewajiban membela kepentingan mereka,” kata dia.

Politisi Golkar itu bertekad akan membawa data-data yang diserahkan FUI itu langsung ke Kapolri untuk diusut sampai ke akar-akarnya.

“Dengan data-data yang Bapak punya, kita akan mempertanyakan ini semua kepada Kapolri. Kami permasalahkan ini sampai ke akar-akarnya,” tegasnya.

Senada itu, Anggota dewan yang lainnya Ahmad Yani menginginkan agar permasalahan ini ditindaklanjuti ke Panja Pengawasan hukum. Para anggota dewan lainnya yang hadir dalam rapat tersebut juga turut mendukung untuk mengusut tuntas berbagai pelanggaran kemanusiaan yang terjadi. [widi]/voice-islam.com

Posting Komentar

Diberdayakan oleh Blogger.