Halloween party ideas 2015

Hidayatullah.com--Ditengah kehebohan serangan tentara Israel atas Mavi Marmara kemarin, di dekat pos pemeriksaan Israel di kota Qalandiya, berlangsung kejadian yang tidak kalah menyeramkan. Pada akhir Mei, sekelompok demonstran yang memprotes serangan Israel atas kapal-kapal Freedom Flotilla diserang tentara Israel, sehingga salah seorang aktivis asal Amerika Serikat kehilangan bola matanya.

Emily Henochowicz, gadis kulit putih berusia 21 tahun, terkena proyektil granat gas air mata yang ditembakkan tentara Israel tepat ke arah kepalanya.
Pasukan Zionis melontarkan berkaleng-kaleng gas air mata langsung ke arah demonstran tak bersenjata yang berasal dari Palestina dan beberapa negara lainnya. Sontak kepanikan meliputi para demonstran dan orang-orang yang sedang mengantri di pos pemeriksaan Qalandiya, yang memisahkan Tepi Barat dengan wilayah pendudukan Israel.

"Mereka dengan jelas melihat kami," kata Soren Johanssen, seorang relawan International Solidarity Movement (ISM) asal Swedia, yang berdiri dekat Henochowicz.

"Mereka dengan jelas melihat kami, bahwa kami warga internasional. Meskipun demikian, kelihatan sekali mereka berusaha melukai kami. Mereka menembakkan banyak kaleng (gas air mata) ke arah kami dengan kecepatan tinggi. Satu buah jatuh di samping Emily, kemudian yang ketiga mengenai wajahnya," cerita Johanssen.

Henochowicz seorang mahasiswi jurusan seni di perguruan tinggi bergengsi Cooper Union di East Village, kota Manhattan, harus kehilangan pengihatannya. Mata kirinya copot.

Dalam operasi yang dilakukan di Rumah Sakit Hadassah, Israel, dokter memasukkan 3 kepingan logam ke wajah atau bagian kepalanya. Rahang gadis itu harus diikat dengan kawat. Tulang-tulang yang melindungi tempat mata, tulang pipi dan rahang semuanya retak.

Pada hari Senin (31/5), Emily Henochowicz sedang berdiri melakukan protes damai bersama aktivis-aktivis lain dari Palestina dan beberapa negara lainnya, ketika tiba-tiba pasukan Israel menembakkan berkaleng-kaleng gas air mata. Kepada para aktivis di darat yang mendukung teman-temannya di Mavi Marmara saja tentara Israel begitu kejam, apalagi terhadap para peserta Freedom Flotilla.[di/imc/ism/hidayatullah.com]/voiceofal-islam

Posting Komentar

Diberdayakan oleh Blogger.