Halloween party ideas 2015

Kairo – Jurnalis Mesir spesialis urusan Palestina, Ibrahim Darawi menyatakan bahwa Presiden Otoritas Palestina (OP) yang sudah habis masa jabatannya, Mahmud Abbas, telah menyampaikan kepada pimpinan Mesir pentingnya mempertimbangkan pernyataannya tentang pembukaan blokade yang diberlakukan terhadap Jalur Gaza dengan pengakuan terhadap legalitas Palestina dan menciptakan formula yang menjamin kembalinya OP ke Jalur Gaza dan mendukung otoritas pemerintah inkonstitusional Salam Fayad di Ramallah ke Jalur Gaza.

Hal tersebut disampaikan Darawi dalam wawancara dengan kantor berita Quds Pers. Dia menyatakan bahwa Abbas, didukung oleh sikap sebagian negara-negara moderat Arab, melakukan tekanan terhadap Sekjen Liga Arab Amr Mussa saat menyatakan kunjungannya ke Jalur Gaza untuk menghilangkan malu rezim resmi Arab terhadap penderitaan rakyat

Palestina di Jalur Gaza. Abbas menerima janji dari Mussa untuk tidak mengunjungi institusi pemerintah Ismail Haniyah agar tidak memberinya legilimasi, yaitu hanya cukup dengan bertemu Haniyah di rumahnya saja. Yang harus dilakukan sekarang adalah apapun formula Arab dan internasional untuk mencabut blokade harus menjamin kembalinya otoritas Abbas terhadap Jalur Gaza dan memperpanjang jangkauan pengaruh pemerintah Salam Fayad hingga Jalur Gaza.

Dia menambahkan, “Syarat-syarat yang ditentunkan Abbas ini yang kembali menghalangi upaya apapun untuk merealisasikan rekonsiliasi antara gerakan Fatah dan Hamas yang denganya bisa diakhiri perpecahan dan dicapai persatuan antara Tepi Barat dan Jalur Gaza.” (asw) www.infopalestina.com

Posting Komentar

Diberdayakan oleh Blogger.