Halloween party ideas 2015

SYARAT PERTAMA: AL- IKHLASH

Ikhlash adalah mendekatkan diri kepada Alloh subhanahu wa ta’ala dengan melakukan ketaatan dan membersihkan niat dan hati dari segala yang mengotorinya. ikhlash adalah beramal karena Alloh subhanahu wa ta’ala semata dan membersihkan hati dan niat dari yang selain Alloh subhanahu wa ta’ala.

Ikhlash adalah amalan yang berat karena hawa nafsu tidak mendapatkan bagian sedikitpun, namun kita harus selalu melatih diri kita sehingga menjadi mudah dan terbiasa untuk ikhlash.

Rosululloh shollallohu ‘alaihi wa ’ala alihi wasallam bersabda, yang artinya: “Alloh tidak akan menerima amalan kecuali yang ikhlash dan hanya mengharapkan wajahNya.” (HR. An-Nasa’i dengan sanad hasan).

Seorang hamba tidak akan bisa selamat dari godaan syaitan kecuali orang-orang yang ikhlash saja, sebagaima firman Alloh subhanahu wa ta’ala yang mengkisahkan tentang iblis: "Iblis menjawab: “Demi kekuasaan Engkau aku akan menyesatkan mereka semuanya, kecuali hamba-hambaMu yang mukhlis di antara mereka.” (QS. Shaad: 82-83).

Orang yang ikhlash adalah orang yang beramal karena Alloh subhanahu wa ta’ala semata dan mengharapkan kebahagiaan abadi di kampung akhirat, hatinya bersih dari niat-niat lain yang mengotorinya.

Berkata Ya’kub rahimahullah: “Orang yang ikhlash adalah orang yang menyembunyikan kebaikannya sebagaimana ia menyembunyikan keburukannya.”

Orang yang tidak ikhlash adalah orang yang melakukan amalan akhirat untuk mencari dunia seperti, ingin mendapatkan harta, kedudukan, jabatan, pangkat, kehormatan, pujian, riya’ dll.

Orang yang tidak ikhlash adalah orang yang rugi karena hari kiamat kelak mereka tidak mendapatkan apa-apa dari amalan mereka selama di dunia, bahkan Alloh subhanahu wa ta’ala murka kepada mereka dan memberikan hukuman yang setimpal (yang artinya): “Dan (jelaslah) bagi mereka akibat buruk dari apa yang telah mereka perbuat dan mereka diliputi oleh pembalasan yang mereka dahulu selalu memperolok-olokkannya.” (QS. Az-Zumar: 48) . “Dan kami hadapi segala amal yang mereka kerjakan, lalu kami jadikan amal itu (bagaikan) debu yang berterbangan?” (QS. Al-Furqaan:23)

SYARAT KEDUA: AL-MUTABA’AH

Mutaba’ah adalah melakukan amalan yang sesuai sunnah Rosululloh shollallohu ‘alaihi wa ’ala alihi wasallam karena setiap amalan ibadah yang tidak dicontohkan Rosululloh shollallohu ’alaihi wa ’ala alihi wasallam pasti ditolak dan tidak diterima oleh Alloh subhanahu wa ta’ala. Jadi semua ibadah yang kita kerjakan harus ada contoh, ajaran dan perintah dari Rosululloh shollallohu ’alaihi wa ’ala alihi wasallam dan kita dilarang melakukan suatu amal ibadah yang tidak ada contoh, ajaran dan perintah dari Rosululloh shollallohu ’alaihi wa ’ala alihi wasallam.

Rosululloh shollallohu ’alaihi wa ’ala alihi wasallam bersabda, yang artinya: “Barangsiapa melakukan suatu amalan yang tidak ada ajarannya dari kami maka amalnya tertolak.” (HR. Bukhari dan Muslim).

Beliau shollallohu ’alaihi wa ’ala alihi wasallam bersabda pula: “Barangsiapa mengadakan perkara baru dalam agama kami yang tidak ada ajarannya maka dia tertolak.” (HR. Bukhari dan Muslim).

Posting Komentar

Diberdayakan oleh Blogger.