Halloween party ideas 2015

Berkata Malik bin Dinar rohimahulloh: “Takut akan tidak dikabulkannya amal adalah lebih berat dari amal itu sendiri”.

Berkata Abdul Aziz bin Abi Rawwaad rohimahulloh: “Aku menjumpai mereka (salafush shaleh) bersungguh-sungguh dalam beramal, apabila telah mengerjakannya mereka ditimpa kegelisahan apakah amal mereka dikabulkan ataukah tidak?”

Berkata sebagian salaf rohimahumulloh, yang artinya: “Mereka (para salafush shaleh) berdoa kepada Alloh subhanahu wa ta’ala selama enam bulan agar dipertemukan bulan Ramadhan, kemudian mereka berdoa kepada Alloh subhanahu wa ta’ala selama enam bulan agar amal mereka dikabulkan.”

Umar bin Abdul Aziz rohimahulloh keluar pada hari raya Iedul Fitri dan berkata dalam khutbahnya: Wahai manusia! Sesungguhnya kamu telah berpuasa karena Alloh subhanahu wa ta’ala selama tiga puluh hari, dan kamu shalat (tarawih) selama tiga puluh hari pula, dan hari ini kamu keluar untuk meminta kepada Alloh subhanahu wa ta’ala agar dikabulkan amalmu.

Sebagian salaf tampak bersedih ketika hari raya Iedul Fitri, lalu dikatakan kepadanya: “Ini adalah hari kesenangan dan kegembiraan”. Dia menjawab: “Kamu benar, akan tetapi aku adalah seorang hamba yang diperintah oleh Tuhanku untuk beramal karenaNya, dan aku tidak tahu apakah Dia mengabulkan amalku atau tidak?”

DUA SYARAT DITERIMANYA AMAL, AL-IKHLASH DAN AL-MUTABA’AH

Sebelum melangkah untuk beramal hendaklah bertanya pada diri kita: Untuk siapa saya beramal? Dan bagaimana caranya? Maka jawabannya adalah dengan kedua syarat di atas.

Alloh subhanahu wa ta’ala tidak akan menerima suatu amalan kecuali ada padanya dua syarat, yaitu: Ikhlash karena Alloh subhanahu wa ta’ala semata dan mutaba’ atus sunnah atau mengikuti sunnah Rosululloh shollallohu ’alaihi wa ’ala alihi wasallam.

Pertama, amal harus dilaksanakan dengan keikhlasan semata-mata mencari ridha Allah Subhanahuwata’ala.

Allah Subhanahuwata’ala berfirman, yang artinya: "Dan tidaklah mereka diperintahkan melainkan agar menyembah Allah dengan mengikhlaskan baginya agama yang lurus”. (Al Bayyinah: 5)

Alloh subhanahu wa ta’ala berfirman, yang artinya: “Barangsiapa mengharap perjumpaan dengan Tuhannya, maka hendaklah ia mengerjakan amal yang saleh dan janganlah ia mempersekutukan seorangpun dalam beribadat kepada Tuhannya”. (QS. Al-Kahfi: 110)

Rasulullah Sholallohu ’alaihi wasallam bersabda: “Sesungguhnya amal-amal tergantung pada niat dan setiap orang akan mendapatkan sesuatu sesuai dengan niatnya.” (Shahih, HR Bukhari-Muslim)

Dalil diatas sangat jelas menunjukkan bahwa dasar dan syarat pertama diterimanya amal adalah ikhlas, yaitu semata-mata mencari wajah Allah Subhanahu wa ta’ala. Amal tanpa disertai dengan keikhlasan maka amal tersebut tidak akan diterima oleh Allah Subhanahuwata’ala.

Kedua, amal tersebut sesuai dengan sunnah (petunjuk) Rasulullah Sholallohu ’alaihi wasallam. Beliau bersabda:

“Dan barang siapa yang melakukan satu amalan yang tidak ada perintahnya dari kami maka amalan tersebut tertolak.” (Shahih, HR Muslim dari ‘Aisyah radhiallahu ‘anha)

Dari dalil-dalil di atas para ulama sepakat bahwa syarat amal yang akan diterima oleh Allah Subhanahuwata’ala adalah ikhlas dan sesuai dengan bimbingan Rasulullah Sholallohu ‘alaihi wa sallam. Alloh subhanahu wa ta’ala berfirman, yang artinya: “(Alloh) Yang menjadikan mati dan hidup, supaya Dia menguji kamu, siapa diantara kamu yang lebih baik amalnya.” (QS. Al-Mulk: 2)

Muhammad bin ‘Ajlan berkata: “Allah Subhanahu wa ta’ala tidak mengatakan yang paling banyak amalnya.” (Lihat Tafsir Ibnu Katsir 4/396)

Allah Subhanahu wa ta’ala mengatakan yang paling baik amalnya dan tidak mengatakan yang paling banyak amalnya, yaitu amal yang dilaksanakan dengan ikhlas dan sesuai dengan ajaran Rasulullah Sholallohu ’alaihi wasallam, sebagaimana yang telah diucapkan oleh Imam Hasan Bashri.

Al-Fudhail bin ‘Iyad rohimahulloh juga mengatakan bahwa yang dimaksud ayat tersebut dengan yang lebih baik amalnya adalah yang ikhlash karena Alloh subhanahu wa ta’ala semata dan mengikuti sunnah Rosululloh shollallohu ’alaihi wa ’ala alihi wasallam.
Bersambung

Posting Komentar

Diberdayakan oleh Blogger.