Halloween party ideas 2015

Sejarah resmi selama ini mengatakan bahwa Christopher Columbuslah yang menemukan daratan luas yang kemudian disebut Amerika. Hal ini ternyata tidak benar, karena tujuh puluh tahun sebelum Columbus menjejakkan kaki di Amerika, Laksamana muslim dari China bernama Ceng Ho (Zheng He) telah mendarat di Amerika. Bahkan berabad sebelum Ceng Ho, pelaut-pelaut muslim dari Spanyol dan Afrika Barat telah membuat kampung-kampung di Amerika dan berasimilasi secara damai dengan penduduk lokal di sana.


Penemu Amerika bukanlah Columbus. Penemu Amerika adalah umat Islam. Ada sejumlah literatur yang berangkat dari fakta-fakta empirik bahwa umat Islam sudah hidup di Amerika beberapa abad sebelum Columbus datang. Salah satunya yang paling popular adalah essay Dr. Yousef Mroueh, dari prepatory committee for international festival to celebrate the millennium of the muslims arrival to the Americas, tahun 1996, yang berjudul “Precolumbian Muslims in America”.

Dalam essaynya, Dr. Mroueh menulis, “Sejumlah fakta menunjukkan bahwa Muslimin dari Spanyol dan Afrika Barat tiba di Amerika sekurang-kurangnya lima abad sebelum Columbus. Pada pertengahan abad ke-10, pada waktu pemerintahan Khalifah Umayyah, yaitu Abdurrahman III (929-961 M.), kaum muslimin yang berasal dari Afrika berlayar ke Barat dari pelabuhan Delbra di Spanyol, menembus ‘samudera yang gelap dan berkabut’. Setelah menghilang beberapa lama, mereka kembali dengan sejumlah harta dari negeri yang ‘tak dikenal dan aneh’. Ada kaum muslimin yang tinggal bermukim di negeri baru itu, dan mereka inilah kaum imigran Muslim gelombang pertama di Amerika.”
Ada banyak literatur yang membuktikan adanya kehadiran Muslimin gelombang pertama ke Amerika jauh sebelum zaman Columbus.

Bukti-bukti itu antara lain:

1. Abul-Hasan Ali Ibnu Al-Hussain Al-Masudi merupakan seorang pakar sejarah dan geografi yang hidup dari tahun 871-957 M. Dalam karyanya yang berjudul “Muruj adh-dhahab wa maad aljawbar (Hamparan emas dan tambang permata)”, Abul Hasan menulis bahwa pada waktu pemerintahan Khalifah Abdullah Ibnu Muhammad (888-912 M.), penjelajah Muslim Khasykhasy Ibnu Sa’id Ibnu Aswad dari Cordova, Spanyol telah berlayar dari Delbra pada 889 M. , menyeberang samudera yang gelap dan berkabut serta mencapai sebuah negeri yang asing dan kembali dengan harta yang menakjubkan.

2. Loe Weiner, pakar sejarah dari Harvard University, dalam bukunya “Africa and the Discovery of America (1920)” menulis bahwa Columbus telah mengetahui kehadiran orang-orang Islam yang tersebar luas di Karibia, Amerika Tengah, dan Amerika Utara, termasuk Kanada. Mereka berdagang dan telah melakukan asimilasi dengan orang-orang Indian dari suku Iroquois dan Algonquin.

3. Dr. Barry Fell dari Harvard University menulis bahwa berabad-abad sebelum Columbus, telah bermukim kaum Muslimin di benua baru dari Afrika Utara dan Barat. Dr. Fell mendapatkan adanya sekolah-sekolah Islam di Valley of Fire, Allan Springs, Logomarsino, Keyhole, Canyon, dan Tipper Canoe (Indiana) dalam tahun-tahun 700-800.

Sumber:Majalah Eramuslim Digest, edisi koleksi 4

Posting Komentar

Diberdayakan oleh Blogger.