Halloween party ideas 2015

Go Ihsan - Aksi Bela Palestina hari ini, Ahad (17/12/2017), di Jakarta mendapat perhatian dari sejumlah media internasional. MUI selaku penyelenggara berhasil menarik ratusan ribu massa untuk memadati areal Monas dan di sekitarnya.

Diantara yang menyoroti adalah raksasa media Qatar, Al-Jazeera yang memuat judul “Thousands rally in Jakarta against US Jerusalem move” untuk mengabarkan aksi protes yang diikuti umat Islam dari berbagai wilayah Indonesia ini.

Sementara itu, media Voice of America juga memuat tulisan serupa, yakni dengan judul “In Jakarta, Tens of Thousands Protest Trump Jerusalem Decision”.



Media Australia, ABC Online tak ketinggalan. ABC lebih menyoroti upaya MUI untuk memboikot Amerika dalam rangka solidaritas untuk Muslim Palestina. Media itu memuat judul “Donald Trump’s Jerusalem recognition prompts Indonesian clerics urge boycott amid protests”

Media Israel, Jerusalem Online juga memuat aksi dengan peserta yang memadati kompleks Monas tersebut. “Protest against Trump’s decision in Indonesia,” tulis Jerusalem Online dalam judulnya.

Media Israel lainnya, Yedioth Internet (Ynet) memuat artikel dengan judul “Indonesia clerics call for boycott of US products over Jerusalem move”. Seperti halnya ABC Online, Ynet menekankan upaya ulama Indonesia untuk memboikot produk Amerika.

Dan media Turki, Daily Sabah memuat judul “80.000 rally in Indonesia to protest Trump’s Jerusalem decision” untuk menggambarkan jumlah peserta Aksi Bela Palestina. Kendati menurut informasi dari panitia menyatakan bahwa jumlah peserta lebih dari yang dilaporkan media tersebut. (Kiblat)

Go Ihsan - Ketua FPI,
KH. Ahmad Sobri Lubis menyatakan umat Islam tidak akan pernah ridho bila Al Quds dinodai oleh kaum Zionis. Umat Islam menolak tanah suci Palestina di bagi-bagi oleh kaum Yahudi, apalagi secara tiba-tiba Amerika mengklaim bahwa Jerusalem adalah ibukota Al Quds. Pernyataan itu justru akan mempersatukan umat untuk merebut Al Quds ke tangan umat Islam sepenuhnya.


“Sehingga mempertahankan tanah suci adalah perlawanan sesungguhnya antara umat Islam melawan kaum salibis. Kita menolak segala bentuk pembagian wilayah Palestina dengan zionis Israel. Al Quds adalah tanah suci umat Islam bukan milik Yahudi,” ujarnya.

Sobri Lubis berkomitmen umat Islam Indonesia akan mendukung segala bentuk perlawanan demi membebaskan tanah suci Palestina. Hal paling mudah adalah memboikot produk-produk Amerika dan zionis.

“Jangan berikan keuntungan sedikitpun kepada mereka. Kita boikot, kenalilah produk-produk Amerika dan zionis tersebut. Pemboikotan itu adalah langkah awal sebagai pembelaan rakyat Indonesia untuk Palestina,” ujarnya.

Sobri menilai langkah awal pemboikotan ini nantinya akan menghantarkan kita kepada pemutusan hubungan diplomatik antar Indonesia dengan Amerika dan Israel. Bila mana hal itu tidak juga membuat Donald Trump mencabut klaimnya itu maka kita akan siap berjihad.

“Kita berharap TNI dan Polisi dapat diturunkan ke Palestina untuk memberikan perlawanan terhadap penjajahan zionis Israel. Bila TNI dan Polri tidak mampu, maka kita yang akan berangkat berjihad,” serunya. (Kiblat)

Go Ihsan - Ketua Majelis Ulama Indonesia (MUI), KH. Ma’ruf Amin menyerukan boikot Amerika, Zionis Israel dan antek-anteknya. Boikot itu dalam bentuk perjuangan kita membela tanah suci umat Islam Palestina yakni Al-Quds sebagai kiblat pertama umat Islam. Berkumpulnya umat Muslim Indonesia di Aksi Bela Palestina adalah menuntut kemerdekaan manusia.

“Umat Islam harus bersatu membela kebebasan Al-Quds. Pernyataan Donald Trump atas klaim Yerusalem sebagai ibu kota Israel adalah pernyataan paling bodoh. Pernyataan yang menentang kebebasan rakyat Palestina dan menimbulkan penentangan dari seluruh dunia,” ujarnya ketika berorasi dalam Aksi Bela Palestina di Monas, Ahad (17/12/2017).


Rais Aam PBNU itu juga menilai bahwa Trump sudah menjadi manusia yang bisu, tuli dan buta atas pernyataannya. Herannya dengan kecaman dari seluruh dunia, Trump masih bergeming untuk mencabut Yerusalem sebagai ibu kota Israel. Justru mendirikan kedutaan Amerika di Yerusalem untuk Israel.

“Rakyat Indonesia berkumpul menyuarakan kemerdekaan Palestina, agar Trump membuka telinga dan mata untuk mencabut penyataan bodohnya itu. Kita akan terus berjuang sampai Palestina merdeka. Donald Trump mungkin kini sebagai manusia yang dicirikan oleh Allah sebagai manusia yang ‘Summum, Bukmun, Umyun fahum Laa Yabsirun’ (tuli, bisu dan buta),” tegasnya.

Kyai Ma’ruf juga menyerukan kepada rakyat Indonesia untuk terus berjuang membela Palestina, baik dengan jihad fi sabilillah maupun dengan doa-doa. “Kita satukan tujuan kita berkumpul di Monas ini berharap Rahmat Allah untuk kemuliaan umat Islam dan tanah suci Palestina,” pungkasnya. (Kiblat)

Go Ihsan - Prakarsa Persahabatan Indonesia-Palestina (PPIP) menyelenggarakan Pertemuan Solidaritas Palestina, Menolak Keputusan Sepihak Donald Trump di Kantor CDCC, Jakarta pada Senin (11/12). Ketua PPIP, Prof Din Syamsuddin berpandangan pernyataan Presiden Amerika Serikat (AS) Donald Trump terkait Yerusalem bagaikan menggali kuburnya sendiri.

"Kita semua sebagai masyarakat Internasional, tentu harus menghargai ketentuan peraturan-peraturan Internasional termasuk resolusi-resolusi PBB," kata Prof Din di Kantor CDCC kepada Republika.co.id, Senin (11/12).

Ia mengatakan, sudah begitu banyak resolusi Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB) terhadap Israel, termasuk posisi dari Yerusalem. Maka ketika Presiden Trump menyatakan mengklaim Yerusalem sebagai Ibu Kota Israel dan akan memindahkan Kedutaan Besar AS ke sana. Hal tersebut termasuk sebuah pelanggaran terhadap peraturan-peraturan Internasional.

Ia melanjutkan, sikap Presiden Trump sebuah pelanggaran terhadap resolusi-resolusi PBB. Maka PBB harus menegakkan peraturan dengan memberikan sanksi sesuai ketentuan yang ada di PBB. "Yang kita harapkan Presiden Trump berpikir kembali, jika keputusan ini diteruskan, mendapat reaksi di seluruh dunia termasuk di AS sendiri, itu akan merepotkan Donald Trump sendiri," ujarnya.



Prof Din menyampaikan, banyak pengamat dan analis mengatakan, tidak mustahil Donald Trump bagaikan menggali kuburnya sendiri. Sebab, karena keputusannya mengklaim Yerusalem sebagai Ibu Kota Israel memunculkan reaksi di dalam Negara AS. Oleh karena itu, ada baiknya Trump memikirkan kembali keputusannya karena keputusannya bisa sangat merugikan AS.

Di dalam Pertemuan Solidaritas Palestina juga hadir Ambassador Designated of The State of Palestine Zuhair Alshun, Ketua Majelis Tinggi Agama Khonghucu Indonesia (Matakin) Liem Liliany Lontoh, Romo Franz Magnis-Suseno, KH Abdullah Djaidi dari MUI, Sekertaris Umum Persekutuan Gereja-gereja di Indonesia (PGI) Pendeta Gomar Gultom dan tokoh-tokoh agama, masyarakat serta akademisi lainnya.

Prof Din menambahkan, ini pernyataan bersama para tokoh lintas agama yang mendukung PPIP. Ini bukti seluruh elemen rakyat Indonesia adalah bangsa yang cinta damai, keadilan dan kasih sayang. Ini juga menunjukan bahwa para elemen rakyat Indonesia lintas agama, kelompok, suku dan lain sebagainya memberikan dukungan penuh kepada rakyat Palestina .

"Kita semua berada di belakang perjuangan rakyat Palestina untuk menentukan nasibnya sendiri, apalagi bagi umat Islam Yerusalem adalah kota suci," ujarnya.

Ia menerangkan, terdapat Masjid Al Aqsa yang merupakan kiblat pertama umat Islam dan tempat miraj Rasulullah di Yerusalem. Kemudian, bagi umat Kristiani, Yerusalem juga dianggap sebagai kota suci karena di sana ada tempat kelahiran Isa Al Masih. Yaitu Bethlehem dan tempat-tempat suci umat Kristiani lainnya.(Rep)

Go Ihsan - Prakarsa Persahabatan Indonesia-Palestina (PPIP) menyelenggarakan Pertemuan Solidaritas Palestina, Menolak Keputusan Sepihak Donald Trump di Kantor CDCC, Jakarta pada Senin (11/12). Pertemuan Solideritas Palestina dihadiri perwakilan dan tokoh-tokoh umat beragama yang ada di Indonesia.

Ambassador Designated of The State of Palestine, Zuhair Alshun yang menghadiri Pertemuan Solidaritas Palestina di Kantor CDCC mengatakan, pemimpin rakyat Palestina terus menerus bergerak dengan melakukan pertemuan-pertemuan bilateral. Di antaranya melakukan pertemuan dengan Mesir dan Yordania. Palestina juga akan mempersiapkan pertemuan puncak dengan Organisasi Kerjasama Islam (OKI).



Ia mengatakan, seperti yang diketahui masyarakat Indonesia pada umumnya, rakyat Palestina menyatakan penolakan terhadap keputusan Presiden Trump yang mengklaim Yerusalem sebagai Ibu Kota Israel. Pernyataan Trump juga telah menimbulkan reaksi demonstrasi-demonstrasi di berbagai wilayah di Palestina.

"Ratusan orang luka-luka dan empat orang tewas di Gaza," kata Zuhair di Kantor CDCC, Senin (11/12).

Menuru pandangannya, aksi-aksi demonstrasi yang terjadi di berbagai daerah di dunia adalah pesan yang jelas dan tegas untuk Presiden Trump agar mengubah keputusannya. Zuhair juga mengucapkan selamat dan rasa terimakasihnya kepada masyarakat Indonesia dan rekan-rekan media yang hadir meliput Pertemuan Solidaritas Palestina.

Di dalam Pertemuan Solidaritas Palestina juga hadir Ketua PPIP Din Syamsuddin, Ketua Majelis Tinggi Agama Khonghucu Indonesia (Matakin) Liem Liliany Lontoh, Romo Franz Magnis-Suseno, KH Abdullah Djaidi dari MUI, Sekertaris Umum Persekutuan Gereja-gereja di Indonesia (PGI) Pendeta Gomar Gultom dan tokoh-tokoh agama, masyarakat serta akademisi lainnya.(rep)

Go Ihsan - Salah satu dambaan kita dalam hidup ini adalah lahir dan terwujudnya generasi yang terbaik. Indikasi terwujudnya generasi yang terbaik memang sudah ada, misalnya dengan banyaknya kaum muslimin yang memiliki komitmen yang begitu kuat terhadap Islam sebagai agama yang harus diamalkan dalam kehidupan nyata dalam berbagai aspeknya.

Namun bila dibandingkan dengan generasi yang sebaliknya, rasanya terwujudnya generasi yang terbaik masih amat jauh, hal ini karena begitu banyak generasi manusia yang memiliki profil generasi yang terburuk. Dalam satu hadits, Rasulullah Saw menyebutkan tentang ciri-ciri generasi terburuk yang harus kita jauhi, hadits tersebut berbunyi:

"Akan datang suatu masa atas manusia: cita-cita mereka hanya untuk kepentingan perut, kemuliaan mereka dilihat dari perhiasan mereka, kiblat mereka adalah wanita-wanita mereka dan agama mereka adalah uang dan harta benda. Mereka itulah sejahat-jahat makhluk dan tidak ada bagian untuk mereka di sisi Allah". (HR. Dailami).


Dari hadits di atas, terdapat empat ciri dari generasi terburuk. Karena harus kita jauhi, maka memahami maksud hadits tersebut menjadi sesuatu yang amat penting. Keempat ciri generasi terburuk itu antara lain,
Pertama, mementingkan perut.

Salah satu keinginan manusia dalam hidupnya adalah memiliki perut yang kenyang dengan berbagai jenis makanan, kenyang pada dasarnya bukanlah sesuatu yang dilarang, tapi kalau segala sesuatu dilakukan untuk kepentingan perut merupakan sesuatu yang sangat berbahaya, itulah yang kini banyak terjadi pada masyarakat kita.
Mementingkan perut berarti seseorang ingin mendapatkan dan memiliki kekayaan meskipun dengan menghalalkan segala cara, bahkan meskipun seseorang sudah mendapatkan rizki secara halal, hal itu akan dimanfaatkan untuk kepentingan diri dan keluarganya saja sehingga tidak peduli dengan kekurangan yang dialami oleh orang lain.
Akibat lain yang sangat berbahaya dari mementingkan perut adalah seseorang menjadi takut lapar, takut tidak mendapatkan rizki yang membuatnya takut menanggung resiko dalam menjalani kehidupan secara benar.
Karena itu, orang yang mementingkan perut menjadi manusia yang mau melakukan sesuatu bila menguntungkan secara materi sehingga motivasi dari apa yang dilakukannya adalah hal-hal yang dapat menyenangkan kehidupan duniawinya dan tidak mau melakukan sesuatu yang baik sekalipun, manakala hal itu mengakibatkan kesulitan dalam hidupnya, apalagi kalau sampai mengakibatkan perutnya menjadi lapar.
Oleh karena itu, ibadah Ramadhan mendidik kita menjadi manusia yang mampu menghadapi kehidupan lapar atau sulit meskipun sebenarnya pendidikan ini hanya berlangsung hanya dalam beberapa jam saja dalam satu hari. Itu sebabnya, kesabaran merupakan faktor penting dalam menghadapi cobaan lapar, Allah berfirman:
"Dan sungguh akan Kami berikan cobaan kepada kamu dengan sedikit ketakutan, kelaparan, kekurangan harta, jiwa dan buah-buahan. Dan berikanlah berita gembira kepada orang-orang yang sabar". (QS 2:155).

Ciri kedua dari generasi terburuk yang harus kita hindari adalah memuliakan perhiasan.

Dalam hidup ini, manusia menghiasi dirinya dengan berbagai perhiasan hidup seperti rumah yang besar dan bagus, kendaraan yang mewah, pakaian yang mahal, perhiasan emas yang berat dan seterusnya.
Semua itu dijadikan sebagai ukuran bagi kemuliaan seseorang, padahal kita tahu bahwa hal-hal itu hanya aksesoris dalam kehidupan manusia, karena itu sangat naif bila semua itu dijadikan sebagai simbol kemuliaan, karenanya generasi terburuk menjadikan perhiasan hidup sebagai ukuran kemuliaan seseorang, sementara generasi yang mulia menjadikan ketaqwaan yang mantap sebagai tolok ukur kemuliaan seseorang, karena Allah Swt akan memuliakan seseorang berdasarkan ketaqwaannya, Allah berfirman:
"Sesungguhnya orang yang paling mulia diantara kamu di sisi Allah adalah orang yang paling bertaqwa diantara kamu". (QS 49:13).

Manakala kemuliaan seseorang diukur berdasarkan perhiasan yang digunakannya, itu menunjukkan bahwa kita adalah hamba-hamba harta dan perhiasan yang sangat tercela, Rasulullah Saw bersabda:
"Binasalah hamba dinar, binasalah hamba dirham, binasalah hamba sutra/perhiasan" (HR. Bukhari).

Ketiga yang merupakan ciri generasi terburuk adalah mengagungkan wanita.

Salah satu dari ciri generasi terburuk adalah mengagungkan wanita. Yang dimaksud dengan mengagungkan wanita adalah menuruti syahwat atau nafsu seksualnya terhadap wanita yang tidak halal baginya atau memenuhi ajakan wanita untuk melakukan perzinahan, ini merupakan sesuatu yang sangat hina, karenanya harus dijauhi, Allah berfirman:
"Dan janganlah kamu mendekati zina; sesungguhnya zina itu adalah suatu perbuatan yang keji dan suatu jalan yang buruk". (QS 17:32).

Karena itu, apabila seorang muslim mampu menolak ajakan wanita untuk berzina dengan perasaan takut kepada Allah, maka dia termasuk orang yang akan mendapat perlindungan dari Allah yang pada hari itu tidak ada perlingungan kecuali hanya dari Allah Swt, hal ini disabdakan oleh Rasulullah Saw:
"Tujuh golongan orang yang akan dinaungi oleh Allah yang pada hari itu tidak ada naungan selain naungan-Nya: … seorang laki-laki yang diajak (berzina) oleh seorang wanita yang punya kedudukan dan kecantikan, lalu ia berkata: Sesungguhnya aku takut kepada Allah". (HR. Bukhari dan Muslim).

Disamping itu, mengagungkan wanita juga bisa kita pahami sebagai memenuhi keinginan-keinginan yang tidak baik dari wanita, termasuk seorang suami yang takut kepada isterinya sehingga harus memenuhi keinginan isterinya yang tidak benar, ketakutan kepada isteri membuat suami tidak berani meluruskan atau memperbaiki kesalahan isterinya, padahal isteri merupakan tanggung jawab suami untuk diselamatkan dari api neraka, Allah berfirman:
"Hai orang-orang yang beriman, jagalah dirimu dan keluargamu dari api neraka yang bahan bakarnya adalah manusia dan batu". (QS 66:6).

Ciri keempat dari generasi terburuk adalah gila harta.

Dalam Islam, uang dan harta merupakan sesuatu yang boleh dicari dan dimiliki bahkan Allah Swt memerintahkan manusia untuk mencari harta yang banyak, namun semua itu harus dalam kendali bukan malah manusia dikendalikan oleh harta, bila itu yang terjadi, maka harta telah dijadikan sebagai agama sehingga tujuan hidupnya adalah memperbanyak harta, termasuk dengan menghalalkan segala cara untuk mendapatkannya sehingga dengan demikian manusia dilalaikan oleh hartanya, ini merupakan sesuatu yang amat buruk, Allah Swt sendiri telah mengingatkan soal itu di dalam firman-Nya:
"Bermegah-megahan telah melalaikan kamu, sampai kamu masuk ke dalam kubur. Janganlah begitu, kelak kamu akan mengetahui (akibat perbuatanmu) itu". (QS 102:1-4).
Oleh karena itu, Allah Swt berfirman untuk mengingatkan orang-orang yang beriman agar tidak lupa kepada Allah hanya karena persoalan harta, Allah berfirman:
"Hai orang-orang yang beriman, janganlah harta-hartamu dan anak-anakmu melalaikan kamu dari mengingat Allah. Barangsiapa yang membuat demikian, maka mereka itulah orang-orang yang rugi".(QS 63:9).

Dari gambaran di atas, amat terasa bahwa ciri-ciri generasi yang terburuk sebagaimana yang disebutkan oleh Rasulullah Saw ternyata dimiliki oleh generasi kita pada masa sekarang, itu sebabnya, diantara generasi kita yang hidup pada masa sekarang termasuk ke dalam kelompok generasi yang terburuk.
Karena itu, menjadi kewajiban kita bersama untuk memperbaiki generasi kita agar kehidupan masa depan dapat kita songsong dengan keyakinan dan optimisme sebagaimana mestinya. (Era.M)
Diberdayakan oleh Blogger.