Halloween party ideas 2015

Go Ihsan - Astagfirullahal adzhiim...terorisme, barbarisme, bom bunuh diri, bom kimia, pembataian, dan kekejaman lainnya bukanlah jihad dan itu bukan ajaran Islam.

Islam agama damai dan keselamatan, karena itulah kita disebut muslimun, kaum para penyelamat, kaum yang suka damai. Kalaupun berperang karena, kezholiman yang luar biasa terjadi pada umat yang mulia ini. Berperang karena diperangi, berperang karena membela diri, di sinilah jihad itu menjadi wajib.

أُذِنَ لِلَّذِينَ يُقَاتَلُونَ بِأَنَّهُمْ ظُلِمُوا وَإِنَّ اللَّهَ عَلَى نَصْرِهِمْ لَقَدِيرٌ (الحج : ٣٩)

“Telah diizinkan berperang bagi orang-orang yang diperangi, karena sesungguhnya mereka telah dianiaya. Dan sesungguhnya Allah benar-benar Maha Kuasa menolong mereka itu” (QS Al Hajj 39).

Syariat jihad terbagi dua, jihadul harbi, jihad perang, angkat senjata di wilayah umat Islam diperangi, seperti di Palestina, Afghanistan, Irak, Suriah, Afrika Tengah dan sebagainya. Itupun dengan adab perang mulia, tidak boleh merusak tempat ibadah manusia, membunuh anak anak, para wanita, dan orang tua yang tidak berperang dan sebagainya.



Simaklah sabda Rasulullah ini, “Janganlah kamu berkhianat, janganlah kamu melakukan sadisme pada musuh, jangan membunuh anak-anak, wanita dan orang tua” (HR Ath-Thabrani & Abu Daud).

Tetapi, di wilayah damai, seperti di negeri kita tercinta Indonesia adalah jihadud dakwah, jihad dakwah, dangan lisan, tulisan dan apapun yang Allah amanahkan pada kita menjadi medan dakwah, harta, media sosial FB, instagram, WA dan sebagainya. Karena hak tujuannya, maka sabar dan kasih sayang strateginya.

Subhanallah, sampai-sampai Rasulullah mengibaratkan seorang mukmin "kannahli" seperti lebah, karekter mukmin mirip dengan karekter lebah, makannya lebah sari pati bunga (halal bervitamin), yang dikeluarkan lebah adalah madu (berakhlak mulia, bicara santun). Kalau lebah hinggap tidak merusak bahkan menyuburkan (tidak merusak, bukan teroris, malah membawa kebaikan). Lebah sangat kompak (ukhuwah persaudaraan seimannya kuat), kalau satu lebah disakiti, maka lebah bersatu membelanya (punya izzah, sangat ditakuti lawan). Kalau ada lebah makan yang kotor, maka para lebah bersatu mengusirnya (terjaga dari pengkhianat), dan sengatan lebah pun menjadi obat (jihad pun berdampak positif).

Subhanallah betapa indahnya, mulianya akhlak seorang mukmin itu sahabatku. Semoga saudara-saudara kita dari sipil maupun polisi yang menjadi korban kezholiman di kampung Melayu kemarin dirahmati Allah SWT, diampuni semua dosa-dosa mereka, dan Allah jadikan kuburan mereka sebagai taman syurga-Nya, aamiin.

Allahumma ya Allah selamatkan dan menangkan para mujahidin kami di Palestina, Afghanistan, Irak, Suriah dan seluruh wiliyah umat Islam yg diperangi, dan berkahilah negeri kami Indonesia dg kesholehan para pemimpin dan rakyatnya, dan selamatkanlah negeri kami dari aksi para teroris...aamiin. Repubika

Go Ihsan - Dalam hitungan hari, umat Islam di dunia akan kedatangan bulan penuh rahmat dan ampunan. Dalam momentum Ramadhan, semua Muslim akan melaksanakan ibadah puasa satu bulan penuh. Di bulan ini pula menjadi waktu yang tepat memperbanyak ibadah.


Ustaz Oemar Mita menjelaskan tentang pentingnya menyambut Ramadhan dengan sungguh-sungguh. Sebab, Ramadhan merupakan bulan paling istimewa di antara 12 bulan. Untuk itu, Ustaz Oemar mengajak umat Islam mempersiapkan diri dengan maksimal. Itu disampaikan Ustaz Oemar dalam kajian Keislaman Alumni Lintas Angkatan SMA 70, Ghiroh 70, Bulungan, Keboyaran Baru, Jakarta Selatan, Ahad (14/5). Puluhan jamaah yang hadir cukup antusias mengikuti ceramah dari Ustaz Oemar.

"Ramadhan tidak pernah sama dengan bulan yang lain. Ramadhan keutamaannya sangat besar sebagaimana bulan purnama," ujar Ustaz Oemar di Masjid SMA 70, Jakarta, Ahad (14/5). Menurut dia, Ramadhan menjadi indikator kebaikan seseorang, baik sebelum maupun setelah bulan suci tersebut. Orang yang mendapatkan keutamaan Ramadhan akan memperoleh kebaikan setelahnya.

Sebaliknya, jika seseorang tidak mendapatkan keutamaan Ramadhan maka dia akan gagal pada kehidupan selanjutnya. Artinya, Ustaz Oemar menegaskan, ibadah yang dilakukan selama Ramadhan mengalami kegagalan. Ustaz Oemar menambahkan, kegagalan mendapatkan keutamaan Ramadhan juga tidak lepas dengan perbuatan sebelum Ramadhan. Misalnya, mereka banyak melakukan larangan Allah SWT atau sering menjauh terhadap perintah-Nya. "Mengenal Allah jangan hanya di bulan Ramadhan saja," kata Ustaz Oemar.

Persiapan maksimal, kata Ustaz Oemar, merupakan hal wajib dilakukan guna mendapatkan keutamaan Ramadhan serta dampaknya ke kehidupan setelahnya. Pada bulan tersebut diimbau agar lebih khusyuk melaksanakan ibadah.

Ustaz Oemar menuturkan, sahabat mempersiapkan puasa enam bulan sebelum bulan tersebut tiba. Mereka memperbanyak berdoa kepada Allah SWT atas dosa yang dilakukannya. Selain iu, mereka juga berdoa agar dimampukan menjalankan ibadah dalam bulan tersebut. Persiapan panjang yang dilakukan sahabat, menurut Ustaz Oemar, menandakan Ramadhan merupakan bulan yang sangat istimewa. Ramadhan dapat menjadi musim panen pahala bagi orang-orang yang bertakwa. Di samping itu, persiapan tersebut juga dilakukan karena mereka mengerti tentang keutamaan Ramadhan.

Namun, Ustaz Oemar menilai, umat Islam saat ini lebih banyak yang kurang paham tentang keutamaan Ramadhan. Akibatnya, mereka menyambut Ramadhan hanya sebatas rutinitas yang wajib dilakukan setiap tahun. "Mengapa mereka mempersiapkan Ramadhan ala kadarnya? Karena tidak paham keutamaan Ramadhan," ucap Ustaz Oemar.

Menurut Ustaz Oemar, setidaknya ada dua hal keutamaan Ramadhan yang akan didapatkan oleh umat Islam, antara lain, Allah akan melipatgandakan pahala pada setiap amal yang dikerjakan di bulan tersebut. Saking besar pahalanya, kata Ustaz Oemar, Allah tidak menjelaskan detil pahala yang akan diberikan pada setiap amal.

Itu berbeda dengan amal lainnya yang dijelaskan oleh Allah tentang besaran pahala yang diberikan. Maka dari itu, Ramadhan merupakan bulan panen pahala jika mampu dimanfaatkan dengan baik. Keutamaan lainnya, Ramadhan merupakan waktu tepat melakukan pertobatan. Ustaz Oemar menganjurkan agar bertobat saat Ramadhan disertai dengan memperbanyak sedekah.

Kendati demikian, keutamaan Ramadhan tidak mudah diraih oleh setiap Muslim. Hal tersebut, menurut Ustaz Oemar, juga pernah dikatakan oleh Rasulullah SAW. Banyak Muslim yang gagal melaksanakan ibadah pada bulan tersebut. Kegagalan tersebut disebabkan oleh kualitas puasa yang rendah. "Kualitas Ramadhan tidak berbanding lurus dengan kuantitas. Belum tentu berdampak ke ketakwaan. Padahal, kalau Ramadhan diterima, itu obat," jelasnya.

Untuk itu, Ustaz Oemar menegaskan, persiapan menyambut Ramadhan sangat penting. Seperti, memperbanyak istigfar serta memaksimalkan tobat. Apabila hal tersebut tidak dilakukan, diyakini tidak akan menikmati Ramadhan. "Karena dosa menjadikan kenikmatan Ramadhan hilang," Ustaz Oemar menambahkan.

Kemudian, lanjutnya, umat Islam pun  mempersiapkan ilmu dan harta dalam menyambut Ramadhan. Harta tersebut diimbau untuk digunakan beribadah, seperti memperbanyak sedekah. Yusuf, salah seorang jamaah, mengatakan, kajian tersebut sangat bermanfaat kepada dirinya. Sebab, Yusuf merasa ibadah puasa yang dilakukan setiap tahun belum maksimal. Dari kajian ini, Yusuf berharap mendapatkan ilmu tentang Ramadhan.

"Ya, harapannya bermanfaat buat saya," ujar Yusuf kepada Republika.co.id.

Harapan sama juga disampaikan Amir. Persiapan menyambut Ramadhan harus dipersiapkan dengan matang. Tujuannya, supaya mendapatkan pahala maksimal ketika menjalankan ibadah. Amir tidak menginginkan ibadah puasa hanya sebatas aktivitas rutin yang wajib dilakukan selaku umat Islam. Amir berharap, bisa lebih baik dibandingkan tahun sebelumnya. "Mudah-mudahan, bisa lebih baik lagi, banyak khatam Alquran," tegasnya. - Republika

Go Ihsan - Punya Utang Puasa Ramadhan Tapi Lupa Berapa Hari, Bagaimana Bayarnya? Ramadhan 1438 tahun ini tinggal menghitung hari. Beberapa di antara kita mungkin telah membatalkan puasa pada Ramadhan tahun 1437 H. lalu, karena safar misalnya. Masalah ini sering disebut utang puasa dan harus dibayar, yang dikenal dengan istilah qadha puasa, dalam istilah Islam. Karena tidak segera diqadha, bisa jadi kita lupa berapa hari telah membatalkan puasa. Bagaimana membayarnya?

Hal pertama yang harus dilakukan adalah bertobat dan memohon ampunan kepada Allah karena akibat memperlambat qadha puasa itu, malah lupa berapa jumlah harinya. Langkah kedua adalah segera berpuasa sesuai dengan perkiraan yang paling kuat, berapa hari kita telah membatalkan puasa.


Allah tidak membebani seseorang kecuali sesuai dengan kemampuannya. Bila ragu antara 4 atau tiga hari, maka lakukanlah puasa 4 hari. Allah berfirman:

 لا يُكَلِّفُ اللَّهُ نَفْساً إِلَّا وُسْعَهَا

“Allah tidak membebani seseorang melainkan sesuai dengan kesanggupannya.” (Al-Baqarah: 286)

 فَاتَّقُوا اللَّهَ مَا اسْتَطَعْتُمْ

“Maka bertakwalah kamu kepada Allah menurut kesanggupanmu.” (At-Taghabun: 16)

Langkah ketiga adalah memberi makan satu orang miskin untuk satu hari bila mampu melakukan hal itu. Berikanlah semuanya kepadanya meskipun untuk satu orang miskin. Kalau Anda fakir dan tidak mampu memberi makan, tidak ada kewajiban apa pun bagi Anda selain bertobat dan berpuasa.

Makanan yang wajib (diberikan) untuk setiap harinya adalah setengah sha’ dari makanan daerah setempat. Perkiraan sekitar 1,5 kg bagi orang yang memperkirakan itu.

Sumber: Kiblat/Islam QA

Go Ihsan - Assalaamu alaikum wa rahmatullaahi wa barkaatuhu.

Bukankah shalat itu mencegah perbuatan ma'siyat dan zholim? "Dirikanlah shalat, sesungguhnya shalat mencegah perbuatan keji dan mungkar" (QS Al Ankabut 45), tetapi shalat kok masih berdusta?, shalat kok pemarah?, shalat kok ngerumpi?, shalat kok sombong?, shalat kok buka aurat?, shalat kok mabuk?, shalat kok berzina?, shalat kok...?

Bukan shalatnya yang salah, tetapi pangamal shalatnya yang salah. Shalatnya masih lalai, (alghoflah) belum faham bacaan dan makna bacaan shalat, "Engkau mabuk sehingga engkau faham apa yang engkau baca dalam shalat" (QS An Nisa 43), dan (alkuflu) hati belum hadir, belum sadar bahwa ia sedang menghadap Allah, Penguasa, Pemilik, Pengatur alam semesta, belum sadar bahwa ia ditatap Allah sehingga tidak ada GETARAN, KESENANGAN, KELEZATAN, KEBAHAGIAN dan KEDAHSYATAN SHALAT.


So shalatnya seperti orang yang "mabuk" berkata berbuat tetapi tidak sadar apa yang dikatakan dan yang diperbuat, takbir, berdiri, ruku', sujud tetapi tidak sadar sedang shalat, bahkan sampai lupa sudah berapa rakaat shalatnya. Shalat lalai inilah yang tidak membawa perubahan baik. "Celakalah orang orang yg shalat yg mereka lalai dalam shalatnya..." (QS Al Maun 5). Dengan ciri ciri :
Shalatnya buru buru ingin segera selesai, Bacaannya tidak difahami, Suka mengakhirkan waktu shalat, Pakaian seadanya padahal ada yang bersih dan bagus, Malas berjamaah ke mesjid, Selesai shalat cepat cepat pergi.

Karena itu sahabat sholehku, mari kita pelajari syarat, rukun, bacaan, makna, keistimewaan dan rahasia shalat, dan sadarilah bahwa saat shalat, kita sedang berhadapan dengan Allah, Maha Penguasa alam semesta yang menatap dan tahu persis siapa kita. Inilah yang disebut khusyu' memahami menghayati menghadirkan Allah yang selalu menatap mendengar, lantas bagaimana mungkin bisa ma'siyat ditatapNya, bagaimana bisa berdusta didengarNya, pilihan kita hanya satu SUNGGUH SUNGGUH TAAT KEPADANYA, sahabatku.

Simaklah Kalam Allah ini dengan iman, "Allah memperhatikan engkau saat berdiri dalam shalat, ruku' dan sujud, sesengguhnya Allah Maha Mendengar lagi Maha Mengetahui" (QS Asysyuaro 218-220). ”Sesungguhnya Aku (Allah) hanya akan menerima shalat dari hamba yang dengan shalatnya itu dia merendahkan diri di hadapanKu. Dia tidak sombong dengan makhlukKu yang lain. Dia tidak mengulangi maksiat kepadaKu. Dia menyayangi orang-orang miskin dan orang-orang yang menderita. Aku akan muliakan shalat hamba itu dengan kebesaranKu. Aku akan menyuruh malaikat untuk menjaganya. Dan kalau dia berdoa kepadaKu, Aku akan memperkenankannya. Perumpamaan dia dengan makhlukKu yang lain adalah seperti perumpamaan firdaus di surga” (Hadist Qudsi).
Semoga Allah jadikan kita penegak shalat dengan kemuliaan akhlak...aamiin.

(Ustaz Muhammad Arifin Ilham)

Sumber: suaraislam

Go Ihsan - Usamah bin Zaid,  seorang Sahabat pernah ikut dalam peperangan. Ketika Usamah duel satu  lawan satu  dengan orang kafir, orang kafir itu mengucapkan dua kalimat syahadat (masuk Islam). Sayangnya, Usamah tidak menghiraukan hal itu dan langsung membunuh orang yang sudah masuk islam itu (padahal haram hukumnya membunuh seorang Muslim, dosa besar).


Mengetahui hal itu, Rasulullah  SAW marah kepada  Usamah. Usamah berdalih jika orang tersebut  masuk Islam karena keadaan sudah terdesak dan tidak ikhlas. Rasulullah  pun berkata hingga tiga  kali kepada Usamah, "Apakah kau sudah belah hatinya untuk mengetahui apakah dia benar-benar ikhlas masuk Islam atau tidak?"

Dengan mengungkapkan kisah di atas, Ustadz Muhammad Arifin Ilham ingin mengingatkan dirinya sendiri (dan juga sesama Muslim) agar tidak mudah berprasangka buruk kepada mereka yang gemar update status di sosial media. Ia menuturkannya di sosmed miliknya, Sabtu (13/5)  sebagai berikut:

Ada orang upload fotonya pas lagi umrah. Lalu kita bilang dalam hati,  "Ih riya banget sih, ibadah umrah itu bukan buat dipublish."

Ada orang lagi ngaji di kendaraan umum. Lalu kita bilang dalam hati,  "Kok ngaji di tempat umum ? Kenapa nggak nanti aja di rumah pas sendiri."

Ada orang lagi jalan-jalan ke Eropa. Lalu kita bilang dalam hati, "Sayang banget ya uangnya, mending buat infaq ke fakir miskin."

Ada orang posting konten dan caption dakwah di sosmed. Lalu kita bilang dalam hati,  "Sok alim banget ya hidupnya."

Pernahkah kita berpikiran seperti itu sama orang lain ? Astagfirullah. Mereka yang riya atau justru kita yang hasad (iri/dengki) ?
Padahal isi hati seseorang itu tidak ada yang tahu selain Allah. Biarlah amal ibadah itu jadi urusan dia dengan Allah. Kalau  kata Ustadz  Khalid Basalamah,  "Kita jangan masuk wilayahnya orang lain".

Bahkan seorang malaikat pencatat amal kebaikan saja tidak bisa mengetahui niat dalam hati seseorang itu. Mau ikhlas atau belum, tetaplah dicatat sebagai amal kebaikan. “Hanya Allah Subhanahu Wa Ta'ala yang bisa mengetahui isi hati seseorang. Semua amalan akan terbongkar ikhlas atau tidaknya nanti di akhirat,” tutur Arifin.

Ustadz Arifin menambahkan, “Kita nggak bisa mengubah kebiasaan orang lain yang suka selfie di Eropa dan lain sebagainya. Tapi kita bisa mengubah point of view dari sudut kita. Daripada hasad, lebih baik berprasangka baik kepada  seseorang, apalagi kepada  sesama Muslim, dan itu berpahala,  sahabatku.”- republika

Go Ihsan - Mayoritas penduduk Georgia memeluk Kristen. Saat ini, Muslim di Georgia hanya 9,9 persen dari seluruh populasi penduduknya. Pada sensus 2002, jumlah Muslim mencapai 433.784 orang. Namun, komunitas Muslim di Georgia memperkirakan jumlah Muslim lebih besar, yakni sekitar 800 ribu orang.

Pada Juli 2011 lalu, Parlemen Georgia mengeluarkan undang-undang baru mengizinkan kelompok minoritas agama yang memiliki hubungan historis dengan Georgia untuk didaftarkan sebagai agama resmi. Islam termasuk empat agama yang diakui di Georgia.


Masjid yang berada di Georgia pun mendapat pengawasan dari Departemen Muslim Georgia yang didirikan sejak Mei 2011. Sejak saat itu, urusan Muslim Georgia menjadi tanggung jawab pemerintah yang berada di Baku.

Kelompok Muslim terbesar di Georgia adalah orang Azerbaijan yang tinggal di tiga distrik di sebelah barat daya Georgia berbatasan langsung dengan Azerbaijan. Mereka berjumlah 284.761 orang. Ada juga komunitas kecil, Checens dan Avars, yang berada di sebeah timur dan timur laut Georgia.

Ada dua kelompok utama Muslim Georgia, yaitu Muslim Adjara Laut Hitam yang berbatasan dengan Turki. Jumlah mereka mencapai 115.261 orang. Dan kelompok Meskhetian, yang berasal dari Soviet, sebanyak 3.000 orang. Mereka pindah ke Georgia setelah diusir oleh Josef Stalin.

Saat ini, Muslim Georgia dipimpin oleh Dewan Muslim Kaukasus. Kepala Dewan Muslim dipimpin oleh Syekh ul Islam Allakhshukur Pashazade. Sedangkan Muslim di Tbilisi dipimpin oleh Ali Aliyef, secara terpisah Adjara dipimpin oleh Jemal Paksadze sejak 2010.

Meskipun Georgia adalah negara Kristen, satu dari sepuluh warga Georgia adalah Muslim. Islam beberapa bulan terakhir diketahui telah menyentuh desa-desa etnis Chechnya dan Kist di Pankisi di Georgia sebelah barat laut.

Komunitas Muslim Adjara di Georgia Barat berjumlah 115 ribu orang atau 30 persen dari populasi di wilayah ini. Tidak seperti Azeris, Chechnya atau Kists, Adjara adalah Muslim etnis asli Georgia. Mereka tinggal di negara tempat Islam dimusuhi.

Komunitas Muslim di Georgia harus sering kali membuktikan kesetiaannya kepada negara Georgia. Islam pertama kali tiba di Adjara abad ke-16, di sebuah wilayah bekas Kekaisaran Ottoman. -Republika

Diberdayakan oleh Blogger.